Semua manusia pasti mempunyai keinginan tanpa memandang bisa terlaksana atau tidak. Mereka berdatangan tanpa mengenal waktu, tidak bisa diprediksi apalagi di rencanakan.
Keinginan layaknya angin bertiup, dia bisa mengalir begitu saja. Adakalanya juga keinginan tersebut berjalan perlahan dan adakalanya dia mengamuk bagaikan angin topan. Bagi orang-orang yang tidak bisa menahannya, mereka akan terperosak pada dunia penjajahan dalam hidupnya.
Seorang yang tidak mempunyai apa-apa rela mempertaruhkan semuanya, bahkan nyawanya sendiri untuk keinginannya. Dan orang yang telah mempunyai apapun sanggup menaruhkan semuanya untuk sang keinginan.
Seorang pialang saham sedang terbaring di rumah sakit jiwa karena keinginannya untuk menguasai dunia. Seorang pengangguran habis dikeroyok masa ketika kepergok sedang akan menggondol motor, bahkan seorang anak rela bertaruh nyawa untuk bermain di derasnya sungai.
Semuanya berpacu hanya untuk satu hal yang sangat-sangat dekat namun begitu jauh ketika dikejar, Keinginan. Hanya kepada satu hal keinginan itu takluk, ketika dia berhadapan dengan sang Waktu. Semua akan di tentukan, semua akan berakhir ketika dia menempuh dimensi yang sangat jelas dan panjang namun pasti berujung, dimensi waktu.
Ketika keinginan bertemu sang waktu, hanya ada dua pilihan, tersingkir atau terpilih.